BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam alam globalisasi yang sangat dinamik dewasa ini,
kita sungguh sangat sedih melihat kenyataan bahwa anak-anak bangsa yang bisa
mengisi kesempatan yang terbuka luas di seluruh dunia hanya terbatas dalam
bidang-bidang yang memberi nilai tambah yang relatip rendah. Salah satu
sebabnya adalah karena sumber daya manusia yang kita miliki mutunya sangat
rendah. Banyak kesempatan lewat begitu saja karena sumber daya yang jumlahnya
melimpah tidak ada yang cocok, atau bahkan tidak pernah dipersiapkan untuk itu.
Hasil pendidikan di tempat kita sekarang ini belum mencapai
taraf seperti yang diharapkan. Tetapi diyakini bahwa hasil dari suatu kegiatan
tidak akan pernah maksimal bila tidak diawali dengan perencanaan yang memadai,
komprehensif dan terukur.
B.
Rumusan
Masalah
Adapaun permasalahan dalam hal ini adalah
tentang:
1. Peningkatan
mutu pendidikan, dan
2. Peningkatan
kesempatan pendidikan yang adil bagi semua warga nergara.
C.
Tujuan
Masalah
Dalam hal ini tujuan dari makalah ini
adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui peningkatan mutu pendidikan, dan
2. Untuk
mengetahui peningkatan kesempatan pendidikan yang adil bagi semua warga negara.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Mutu
Pendidikan
Berangkat dari arti kata mutu disini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) yaitu, (ukuran) baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat
(kepandaian, kecerdasan, dsb); kualitas, berarti mutu sama halnya
dengan memiliki kualitas dan bobot. Jadi pendidikan yang bermutu yaitu pelaksanaan pendidikan yang dapat
menghsilkan tenaga profesional sesuai dengan kebutuhan negara dan bangsa pada
saat ini.
Mutu di bidang
pendidikan meliputi mutu input, proses, output, dan outcome. Input pendidikan
dinyatakan bermutu jika siap berperoses. Proses pendidikan bermutu apabila
mampu menciptakan suasana yang PAKEM (Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, dan
Menyenangkan).
1. Karaktersitik
Mutu Pendidikan
Husaini Usman
(2006 : 411) mengemukakan 13 (tiga) belas karakteristik yang dimiliki oleh mutu
pendidikan (artikelindonesia.blogspot.com) yaitu:
- Kinerja (performa) yakni berkaitan dengan aspek fungsional sekolah meliputi : kinerja guru dalam mengajar baik dalam memberikan penjelasan meyakinkan, sehat dan rajin mengajar, dan menyiapkan bahan pelajaran lengkap, pelayanan administratif dan edukatif sekolah baik dengan kinerja yang baik setelah menjadi sekolah vaforit
- Waktu wajar (timelines) yakni sesuai dengan waktu yang wajar meliputi memulai dan mengakhiri pelajaran tepat waktu, waktu ulangan tepat.
- Handal (reliability) yakni usia pelayanan bertahan lama. Meliputi pelayanan prima yang diberikan sekolah bertahan lama dari tahun ke tahun, mutu sekolah tetap bertahan dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.
- Data tahan (durability) yakni tahan banting, misalnya meskipun krisis moneter, sekolah masih tetap bertahan
- Indah (aesteties) misalnya eksterior dan interior sekolah ditata menarik, guru membuat media-media pendidikan yang menarik.
- Hubungan manusiawi (personal interface) yakni menunjung tinggi nilai-nilai moral dan profesionalisme. Misalnya warga sekolah saling menghormati, demokrasi, dan menghargai profesionalisme.
- Mudah penggunaanya (easy of use) yakni sarana dan prasarana dipakai. Misalnya aturan-aturan sekolah mudah diterapkan, buku-buku perpustakaan mudah dipinjam di kembalikan tepat waktu.
- Bentuk khusus (feature) yakni keuggulan tertentu misalnya sekolah unggul dalam hal penguasaan teknologi informasi (komputerisasi).
- Standar tertentu (comformence to specification) yakniu memenuhi standar tertentu. Misalnya sekolah tetlah memenuhi standar pelayanan minimal.
- Konsistensi (concistency) yakni keajengan, konstan dan stabil, misalnya mutu sekolah tidak menurun dari dulu hingga sekarang, warga sekolah konsisten dengan perkataanya.
- Seragam (uniformity) yakni tanpa variasi, tidak tercampur. Misalnya sekolah melaksanakan aturan, tidak pandang bulu, seragam dal berpakaian.
- Mampu melayani (serviceability) yakni mampu memberikan pelayanan prima. Misalnya sekolah menyediakan kotak saran dan saran-saran yang masuk mampu dipenuhi dengan baik sehingga pelanggan merasa puas.
- Ketepatan (acuracy) yakni ketepatan dalam pelayanan misalnya sekolah mampu memberikan pelayanan sesuai dengan yang diinginkan pelanggan sekolah.
B.
PENINGKATAN
PEMERATAAN atau KESEMATAN PENDIDIKAN
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, pemerataan bersal dari kata rata yang artinya, meliputi
seluruh bagian, tersebar
kesegala penjuru, dan sama-sama memperoleh jumlah yang sama. Sedangkan kata
pemerataan berarti proses, cara, dan perbutan melakukan pemerataan. Jadi dapat
disimpulkan bahwa pemerataan pendidikan adalah suatu proses, cara dan perbuatan
melakukan pemerataan terhadap pelaksanaan pendidikan, sehingga seluruh lapisan
masyarakat dapat merasakan pelaksanaan pendidikan.
Masalah
pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana system pendidikan dapat
menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga Negara untuk
memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan
sumber daya manusia untuk menunjang pendidikan. Masalah pemerataan pendidikan
timbul apabila masih banyak warga Negara khususnya anak usia sekolah yang tidak
dapat ditampung di dalam system atau lembaga pendidikan karena kurangnya
fasilitas pendidikan yang tersedia. Pemerataan dan perluasan pendidikan atau biasa
disebut perluasan keempatan belajar merupakan salah satu sasaran dalam
pelaksanaan pembangunan nasional. Hal ini dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan. Kesempatan memperoleh
pendidikan tersebut tidak dapat dibedakan menurut jenis kelamin, status sosial, agama, amupun
letak lokasi geografis.
Dalam propernas
tahun 2000-2004 yang mengacu kepada GBHN 1999-2004 mengenai kebijakan
pembangunan pendidikan pada poin pertama menyebutkan:
“Mengupayakan perluasan dan pemeraatan memperoleh
pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya
Manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peninggakatan anggaran pendidikan
secara berarti“. Dan pada salah satu tujuan pelaksanaan pendidikan Indonesia
adalah untuk pemerataan kesempatan
mengikuti pendidikan bagi setiap warga negara. Dari penjelasan tersebut dapat
dilihat bahwa Pemerataan Pendidikan merupakan tujuan pokok yang akan
diwujudkan. Jika tujuan tersebut tidak dapat dipenuhi, maka pelaksanaan
pendidikan belum dapat dikatakan berhasil. Hal inilah yang menyebabkan masalah
pemerataan pendidikan sebagai suatu masalah yang paling rumit untuk
ditanggulangi. Dalam
Undang-Undang Dasar 1945 amandemen yaitu tentang pendidikan dan kebudayaan
pasal 31 ayat 1 diterangkan bahwa pendidikan adalah hak, yaitu: setiap warga
negara berhak mendapatkan pendidikan.
Permasalahan
pemerataan pendidikan dapat ditanggulangi dengan menyediakan fasilitas dan
sarana belajar bagi setiap lapisan masyarakat yang wajib mendapatkan
pendidikan. Pemberian sarana dan prasrana pendidikan yang dilakukan pemerintah
sebaiknya dikerjakan setransparan mungkin, sehingga tidak ada oknum yang dapat
mempermainkan program yang dijalankan ini. Peningkatan kesempatan pendidikan
yang adil untuk semua warga negara dalam hal ini banyak sekali yang telah
dilakukan oleh pemeritah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
lankah-langkah yang ditempuh dengan cara konvensional dan cara inovaif.
Cara konvensional
antara lain:
·
Membangun gedung sekolah sperti SD inpres dan
atau ruang belajar,
·
Menggunakan
gedung sekolah untuk double shif
(sistem bergantian pagi dan sore).
Sehubungan dengan itu yang perlu digalkka,
utamanya untuk pendidikan dasar ialah membangkitkan kemauan belajar bagi
masyarakat keluarga yang kurang mampu agar mau menyekolahkan anaknya.
Cara inovatif antara lain:
·
Sistem
pamong (pndidikan oleh masyarakat; orang tua; dan guru),
·
SD kecil
pada daerah terpencil,
·
Sistem
guru kunjung,
·
SMP
Terbuka ,
·
Kejar
paket A dan B,
·
Belajar
jarak jauh.
C. PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
Sejalan dengan proses pemerataan pendidikan,
peningkatan mutu untuk setiap jenjang pendidikan melalui persekolahan juga dilaksanakan.
Peningkatan mutu ini diarahkan kepada peningkatan mutu masukan dan lulusan,
proses, guru, sarana dan prasarana, dan anggaran yang digunakan untuk
menjalankan pendidikan.
Rendahnya mutu pendidikan dipengaruhi oleh
beberapa faktor. Faktor yang terpenting
yang mempengaruhi adalah mutu proses pembelajaran yang belum mampu
menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Padahal hasil belajar yang
bermutu hanya mungkin dicapai melalui proses belajar yang bermutu. Jika proses
belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang
bermutu. Jika terjadi belajar yang tidak
optimal mengahsilkan skor hasil ujian yang baik maka hampir dapat dipastikan
bahwa hasil belajar tersebut adalah semu. Ini berarti bahwa pokok permasalahan
mutu pendidikan lebih terletak pada masalah pemerosesan pendidikan.
Selain itu, kurikulum menjadi faktor terpenting
dalam proses pendidikan bagi setiap lembaga pendidikan. Hal ini menunjukkan,
kurikulum merupakan perangkat yang berkaitan dengan tujuan pendidikan dan
sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan
tingkat pendidikan. Alasannya, karena di dalam kurikulum tidak hanya dijabarkan
serangkaian ilmu pengetahuan yang harus diajarkan, apa yang harus dipelajari,
akan tetapi juga mencakup segala kegiatan yang bersifat kependidikan yang
dipandang perlu, serta hal-hal yang dinilai mempunyai pengaruh yang sangat
besar terhadap kpribadian peserta didik dalam rangka mecapai tujuan pendidikan.
Untuk itu dalam melaksanakan kurikulum sekolah harus mampu menjadikan proses
belajar yang menarik dan mampu memupuk kreativitas peserta didik dengan
efektif. Dalam hal ini, guru maupun dosen pun harus melakukan pembelajaran atau
pengelolaan belajar lebih inovatif.
Selanjutnya
kelancaran pemerosesan pendidikan ditinjau oleh komponen pendidikan yang
terdiri dari peserta didik, tenaga kependidikan, kurikulum, sarana
pembelajaran, bahkan juga masyarakat sekitar. Sering terjadi pada komponen
pendidikan tidak adanya dukungan atau kerja sama serta mobilitas komponen yang
mengarah kepada tujuan yang hendak dicapai. Sebagai contoh, komponen sarana
pembelajaran yang lengkap tetapi tidak didukung oleh guru-guru yang termpil
maka sumbangan sarana tersbut pada pencapaian tujuan tidak akan optimal.
Masalah mutu pendidikan juga mencakup masalah
pemerataan mutu. Di dalam Tap MPR. RI 1988 tentang GBHN dinyatakan bahwa titik
berat pada peningkatan mutu setiap
jenjang dan jenis pendidikan dan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan
khususnya untuk memacu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu lebih
disempurnakan dan ditingkatkan pengajaran ilmu pengetahuan alam dan matematika.
Umumnya kondisi mutu pendidikan di seluruh tanah air menunjukkan bahwa di
daerah pedesaan utamanya di daerah terpencil lebih rendah dari pada di daerah
perkotaan.
Meskipun untuk tiap-tiap jenis dan jenjang
pendidikan masing-masing memiliki kekhususuan, namun pada dasarnya pemecahan
masalah mutu pendidikan bersasaran pada perbaikan kualitas komponen pendidikan
serta mobilitas komponen-komponen tersebut. Upaya peningkatan mutu pendidikan dalam garis
besarnya meliputi hal-hal berikut:
·
Seleksi
yang lebih rasional terhadap masukan mentah, khususnya untuk SLTA dan PT.
·
Pengembangan
kemampuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut, misalnya berupa pelatihan,
penataran, seminar, kegiatan-kegiatan kelompok studi seperti PKG dan lain-lain.
·
Penyempurnaan
kurikulum, misalnya dengan memberi materi yang lebih esensial dan mengandung
muatan lokal, metode yang menantang dan menggairahkan belajar dan melaksanakan
evaluasi yang beracuan PAP.
·
Penyempurnaan
prasarana yang menciptakan lingkungan yang tentram untuk belajar.
·
Penyempurnaan
sarana belajar seperti buku paket, media pembelajaran dan peralatan
laboratorium.
·
Peningkatan
administrasi khususunya yang mengenai angaran.
Kegiatan pengendalian mutu
yang berupa kegiatan-kegiatan:
1)
Laporan
penyelenggaraan pendidikan oleh semua lembaga pendidikan.
2)
Supervisi
dan monitoring pendidikan oleh penilik dan pengawas.
3)
Sistem
ujian nasional/negara seperti Ebtanas, Sipenmaru/UMPTN.
4)
Akreditasi
terhadap lembaga pendidikan untuk menetapkan status suatu lembaga.
Undang-undang Sistem
Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003 pasal 3
Visi: terselenggaranya layanan prima
pendidikan nsional untuk membentuk insan indonesia cerdas komprehensif.
Misi: meningkatkan ketersediaan layanan
pendidikan, memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, meningkatkan
kualitas/mutu dan relevansi layanan pendidikan, mewujudkan kesetaraan dalam
memperoleh pendidikan, menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Masalah dalam pendidikan yang sangat penting yaitu
kesempatan pendidikan dan mutu pendidikan dan masih banyak lagi masalah-masalah
lainnya. Dalam hal ini, terkait dengan kesempatan pendidikan yang adil bagi
semua warga negara telah dinyatakan dalam undang-undang, yang masih
ditunggu-tunggu oleh semua warga negara yaitu realita dari pernyataan tersebut,
sehingga pendidikan nasional diharapkan dapat menyediakan kesempatan yang
seluas-luasnya bagi semua warga negara untuk memperoleh pendidikan khususunya
di tanah air yang tercinta ini.
Berbicara tentang mutu pendidikan, maka berbicara tentang kualitas
komponen pendidikan dan kerja samanya serta mobilitas komponen yang mengarah
kepada pencapaian tujuan.
Peningkatan kesempatan pendidikan atau pemerataan
pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa telah banyak
lankah-langkah yang ditempuh melalui cara konvensional (kesepakatan, kebiasaan)
dan cara inovatif. Sedangkan peningkatan mutu pendidikan dalam garis besarnya
meliputi hal-hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak, personalia, dan
manajemen.
DAFTAR PUSTAKA
Tirtarahardja, Umar dan La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan (Edisi Revisi).
Jakarta: PT Asdi Mahastya.
Jalaluddin. 2001. Teologi Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Nahdi, Khirjan. 2010. Menata Kembali Pendidikan. Yogyakarta: Insyira.
ArtikelIndonesia.blogspot.com
Casinos in San Jose, CA - Mapyro
BalasHapusA 양주 출장샵 complete San Jose, CA, United States directory 통영 출장안마 listing of casinos. San Jose, CA. 태백 출장샵 Casinos. Bayview, CA. San 강릉 출장마사지 Jose, CA. Casinos. 의정부 출장샵 Bayview, CA.